Setelah Sebelumnya menulis Upload Makalah Teman yang berjudul RAGAM PENDEKATAN DALAM SOSIOLOGI PENDIDIKAN (INDIVIDU, SOSIAL, INTERAKTIF) Sekarang Waktunya Upload Masalah masalah Yang dihadapi Konselor Semua makalah yang saya Upload atas permintaan dan seizin yang punya makalah, dengan harapan dapat membantu dan mohon dikembangkan BAB I PENDAHULUAN Dalam rangka usaha layanan bimbingan serta pemberian bantuan melalui usaha layanan konseling adalah merupakan bagian yang sangat penting. Bahkan para ahli mengatakan layanan konseling adalah merupakan jantung hati dari usaha layanan bimbingan secara keseluruhan. Oleh karena itu para petugas dalam bidang bimbinngan dan konseling perlu kiranya memahami dan dapat melaksanakan usaha layanan konseling itu dengan sebaik-baiknya. Proses pendekatan dalam konseling adalah merupkan suatu usaha untuk mencapai tujuan. Tujuan yang dicapai disini adalah perubahan pada klien, baik dalam bentuk pandangan, sikap, sifat, maupun ketrampilan yang lebih memungkinkan klien untuk dapat menerima dirinya sendiri, serta pada akhirnya klien dapat mewujudkan dirinya sendiri secara optimal. Maka dari itu diperlukan adanya konselor yang dapat mengatasi permasalahn yang ada pada klien, karena pentingnya permasalahan dalam konseling maka penulis merasa perlu untuk untuk mengambil judul "Masalah-Masalah yang Dihadapi Oleh Konselor" makalah ini hanya sekedar pengantar masalah yang dihadapi konselor saja. dan kami mengharapkan saran, kritik dan tambahan untuk kemajuan kami. 1. Apa sajakah masalah-masalah yang dihadapi konselor? BAB II PEMBAHASAN Secara garis besar masalh yang dihadapi olehm konselor dapat dibedakan menjadi 2 yaitu: Kebutuhan bimbingan timbul karena adanya masalah-masalah yang dihadapi oleh individu yang terlibat dalam kehidupan masyarakat. Berbagai masalah personal yang dapat dialami individu diantaranya: Dalam kehidupan sehari-hari biasanya individu, kadang-kadang mengahadapi beberapa motif yang saling bertentangan. Dengan demikian individu mengalami konflik psikis, yaitu pertentangan batin, suatu kebimbangan, suatu keragu raguan. Apabiala individu melakukan kegitan dan berhasil maka timbul kebahgiaan. Tetapi jika gagal dalam mencapi tujuannya maka individu akan mengalami kekecewaan. Jika kecewa itu selalu berulang maka akan mengggannggu keseimbangan psikis, baik emosi atau tindakannya. Hal itu berarti individu tersebut dalam keadaan frustasi. Dengan demikian frustasi merupakan rasa kekecewaan yang mendalam karena tujuannya tidak tercapai. Dalam beberapa faktor yang dapat memicu timbulnya frustasi antara lain: Stres adalah fenomena siko fisik yang dapat dialami oleh setiap orang. Stres adalah perasaan tidak enak, tidak nyaman, atau tertekan, baik fisik ataupun psikis sebagai respon atau reaksi individu terhadap stressor (stimulus yang berupa peristiwa, objek atau orang) yang mengancam, mengganggu, membebani, atau membhayakan keselamatan, kepentingan, keinginan, dan kesejahteraan hidup. Gejala sters antara lain aalah: Faktor yang memicu stes yang biasa disebut stressor antara lain : (a) Stressor Fisik Biolosik, seperti penyakit yang sulit disembuhkan, cacat fisik, atau kurang berfungsinya anggota tubuh. (b) Stressor Psikologi, seperti berburuk sangka, iri hati, dendam, sikap bermusuhan dsb. (c) Stressor Sosial, yang disebabkan oleh iklim kehidupan keluarga seperti, hubungan keluarga yang tidak harmonis, atau faktor pekerjaan, juga dimungkinkan karena iklim lingkungan. Proses penyesuaian diri sering menimbulkan masalah terutama bagi individu itu sendiri. Jika individu dapat berhasil memenuhi kebutuhn sesui dengan lingkungannya maka disebut "Well adjusted". Dan jika sebaliknya jika individu gagal dalam proses penyesuaian diri disebut "maladjusted". Ciri-ciri orang yang Well adjusted adalah orang yang mampu merespon (kebutuhan dan masalah) secara matang, efisien, puas, dan sehat wholesome. Yang dimaksud efisien adalah hasil yang diperoleh tidak banyak membuang energi, waktu, dan terhindar dari kekeliruan.sedangkan wholesome adalah respon individu itu sesuai dengan hakikat kemanusiaannya, seperti sikap persahabatan, toleransi, dan memberi pertoloangan. Dapat pula dikatakan sorang memiliki penyesuai diri yang normal apabila mampu memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalah secara wajar tidak merugikan diri sendiri dan lingkungannnya, dan sesuia dengan norma-norma.. faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar bersumber dari faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu baik bersifat fisik maupun psikis. Faktor eksternal, meliputi aspek sosial baik yang hadir langsung seperti Radio, TV, dsb. Dan non sosial seperti waktu, tempat, suasana lingkungan, dengan adanya masalah dalam belajar, maka diperlukan layanan bimbingan belajar baik yang bersifat prefentif maupun bersifat kuratif. Terdapat 2 jenis tes yang sangat berperan untuk mengukur kemampuan yakni tes kemempuan (ability test) dan tes kepribadian (personality test), tetapi sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka konsep intelegensi pun dipandang secara luas bukan Cuma kecerdasan saja tetapi ada delapan kecerdasan, kecerdasan itu adalah : dikemukakan oleh daniel goleman, kecerdasan emosional merujuk pada kemampuan memahami diri, mengelola emosi, memnfaatkan emosi secara produktif, empati, dan membina hubungan. SQ dapat daiartiakan sebagai kemampuan untuk mengenal dan memecahkan masalah-masalah yang terkait dengan nilai, menempatkan berbagai kegiatan dan kehidupan dalam konteks yang lebih luas, kaya dan memberikan makna, serta mengukur atau menilai bahwa salah satu langkah kehidupan tertentu lebih bermakna dari pada yang lainnya. Karakteristik individu yang memiliki SQ yang tinggi: Beberpa ahli psikologi berpendapat bahwa kreatifitas harus terbatas pda penemuan suatu ide atu konsep baru yang sebelumnya tidak diketahui oleh manusia. Sebgian ahli lain menyatakan bahwa kreatifitas meliputi usaha yang unik dari individu meski bagi orang lain hal itu bukan baru lagi. Pemecahan masalah secara kreatif terdiri dari 4 tahap : (1) tahap menemukan fakta (Fact finding), (2) tahap menemukan masalah (problem finding), (3) tahap menemukan gagasan (ide finding), (4) tahap menemukan Masalah (solution finding). Ciri-ciri manusia yang kreatif 1. hasrat ingin tahu besar, 2. mempunyai inisiatif, 3. panjang akal, 4.berkeinginan untuk menemukn dan meneleliti, 5. cenderung lebih suka lebih suka melakukan tugas yang sulit dan berat, 6. selalu ingn mendapatkan pengalaman baru, 7. percaya pada diri sendiri, 8. berfikir fleksibel. Ada ahli yng membedakan masalah yang dialami sseorang itu atas enam kelompok masalah yaitu: Problem yang dialami oleh seseorang sehubungan dengan kegiatan pengajaran (prosess belajar) seperti: masalah atau kesulitan yang dialami oleh seseorang dalam situasi pendidikan pada umumnya, seperti: Masalah-masalah yang timbul dalam diri individu, dan menyiapkan diri dan menempatkan diri dengan pekerjaan, seperti : Ialah persoalan yang dilami oleh individu yang sehubungan dengan bagaimana cara menggunakan waktu luangnya, sehinggga berisi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi dirinya. Seperti: Persoalan-persoalan yang dialami oleh individu sehubungan dengan manusia lain, dan bagaiman agar ia merasa bahagia bila berda dalam kelompoknya. Maalh yang timbul: Maslah-masalah yang dialami individu disebabkan oleh keadaan yang ada dalam dirinya sendiri dan bersifat sangat komplek. Contoh: BAB III KESIMPULAN Secara garis besar maslah yang dihadapi konselor dibagi menjdi dua: Tetapi ada juga yang membagi masalah ke dalam enam bagian yaitu: REFERENSI Dra. Siti munifah M.Pd, Bimbingan Konseling, STKIP Ponorogo, 2006 Drs. Slmeto, Bimbingan di Sekolah, Bina Aksara, Jakarta, 1988
Home » Makalah » Masalah masalah Yang dihadapi Konselor
Rabu, 24 Februari 2010
Masalah masalah Yang dihadapi Konselor
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Masalah-Masalah yang Berkaitan Personal-Sosial Individu
Konflik dan Frustasi
Frustasi Lingkungan, Frustasi yang disebabkan oleh rintangan yang terdapat dalam lingkungan.
Frustasi Pribadi, frustasi yang timbul karena perbedaan antara kemampuan dan keinginan. Atau ada perbedaan antara ideal self dengan real self.
Frustasi Konflik, yaitu frustasi yang disebabkan oleh konflik dari berbagai motif dalam diri seseorang.
Stres
Gejala Fisik, antara lain sakit kepala, sakit lambung (Maag), hipetensi, sakit jantung atau jantung berdebar-debar, insomnia (sulit tidur), mudah lelah, keluar keringat dingin , kurang selera makan, sering buang air kecil, maupun diare.
Gejala Psikis, diantaranya : gelisah atau cemas, kurang biasa konsentrasi, sikap apatis, ikap psimis, hilang rasa humor atau murung diam seribu bahasa, malas, mudah marah, bersikap agresif dsb.
Masalah adaptasi
Masalah yang berhubungan dengan akademik
Multiple Intelegennce (Kecerdasan Majemuk)
Intelegensi Linguistik
Intelegensi Logika Matematika
Intelegensi Kinestika Tubuh
Intelegensi Visual Ruang
Intelegensi Musikal
Intelegensi Interpersonal
Intelegensi Intrapersonal
Intelegensi Naturali
Kecerdasan Emosional
kecerdasan spiritual (spiritual Quotion)
bersifat fleksibel
memiliki kesadaran yang tinggi
memiliki kemempuan untuk menghadapi penderitaan dan mengambil hikmah darinya.
Memiliki kemampuan dalam menghadapi dan mengatasi rsasakit.
Pengembangan kreativitas
masalah pengajaran atau belajar
tidak men getahui bagaiman belajar yang baik
tidak tahu bagaimana membaca buku dengan baik
tidak mengetahui bagimana caranya mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian.
Masalah pendidikan
Mengalami kesulitan dalam memilih sekolah.
Tidak mengetahui car memilih juruan yang cocok
Tidak dapat menyesuaikan diri pada waktu berada pada tingkat pendidikan yang dicapai.
masalah pekerjaan
Tidak tahu bagaiman memilih pekerjaan yang cocok dengan keadaan dirinya.
Tidak tahu pekerjaaan apa yang tersedia dan sesuai dengan kemampuan dan ketrampilannya.
Tidak dapat menyesuaikan diri dengan pekerjaaan yang dikerjakan sekarang.
Masalah penggunaaan waktu senggang
Tidak tahu bagaimana mengisi waktu senggang dengan kegiatan yang bermanfaat dan produktif
tidak merasa ada waktu yang terluang
sering ngebut kalau ada waktu yang terluang
Masalah-Masalah sosial
Tidak dapat mengadakan interaksi dengan teman sebayanya.
Tidak dapat menyesuaikan diri dengan anggota kelompok
Selalu merasa rendah diri bila berhadapan dengan anggota lainnya.
Masalah pribadi
Keresahan pribadi atau gejala penyakit jiwa
Merasa malu yang sangat besar karena pertumbuhan fisik yang terlalu cepat (pada Masa pubertas
Merasa Gelisah yang tidak menentu)
Masalah-masalah yang berkaitan personal-sosial individu
masalah pengajaran atau elajar
Masalah pendidikan
masalah pekerjaan
masalah penggunaaan waktu senggang
masalah-masalah sosial
Masalah pribadi
lainnya dari Makalah
Ditulis Oleh : Nur Giantoro // Rabu, Februari 24, 2010
Kategori:
Makalah
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)


0 komentar:
Poskan Komentar
Silahkan Berkomentar......